Formula 1, Sportrik Media - Lewis Hamilton mendapat kritik pedas dari juara dunia F1 1997, Jacques Villeneuve, yang menyebut tidak ada chemistry antara Hamilton dan tim Ferrari. Villeneuve menilai Hamilton dan insinyur balapnya, Riccardo Adami, seperti berada di "planet berbeda," menyusul performa buruk Hamilton sejak bergabung dengan Ferrari pada 2025. Artikel ini merangkum kritik Villeneuve, performa Hamilton di Zandvoort, dan implikasinya bagi Ferrari, berdasarkan laporan resmi dari RacingNews365.
Kritik Tajam Villeneuve
Jacques Villeneuve, berbicara di Sky Sports F1, menyampaikan penilaian keras terhadap hubungan Hamilton dengan Ferrari. “Mereka tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan, baik dari tim maupun Lewis. Tidak ada chemistry sama sekali. Mereka seperti berada di planet berbeda,” ujar Villeneuve. Ia menyoroti kurangnya komunikasi efektif antara Hamilton dan insinyurnya, Riccardo Adami, selama balapan. Menurut Villeneuve, situasi serupa juga terjadi antara Charles Leclerc dan insinyurnya, menunjukkan masalah lebih luas dalam dinamika tim.
Villeneuve menambahkan, “Saat wawancara, Lewis tidak terlihat antusias. Seolah-olah dia tidak ingin bekerja. Ini sangat aneh.” Ia menilai Hamilton sudah fokus pada musim 2026, ketika regulasi baru berlaku, namun menegaskan bahwa chemistry tim harus dibangun sekarang, terutama di masa sulit. “Chemistry terbentuk saat situasi sulit, bukan saat semuanya mudah. Tapi di Ferrari, tidak ada chemistry, baik antara Lewis dan insinyurnya maupun di seluruh tim,” katanya.
Performa Buruk di Zandvoort
Hamilton dan Leclerc mengalami sesi latihan bebas pertama (FP1) yang buruk di Grand Prix Belanda 2025, finis di posisi ke-14 dan ke-15, tertinggal 1,6 detik dari Lando Norris dari McLaren. Performa ini mencerminkan kesulitan Ferrari musim ini, dengan Hamilton belum meraih podium sejak bergabung dari Mercedes. Setelah balapan terakhir di Hongaria, Hamilton menyebut dirinya “tidak berguna” dan membutuhkan penyegaran selama jeda musim panas.
Di Zandvoort, Hamilton mengungkapkan keinginannya untuk menemukan kembali “kesenangan” dalam balapan F1, sambil menyebut tekanan di Ferrari sebagai sesuatu yang tidak terduga. Villeneuve menilai pernyataan ini menunjukkan kurangnya motivasi Hamilton, yang memperburuk hubungan dengan tim. “Mereka punya dua pembalap hebat dan semua alat yang dibutuhkan, tapi tidak ada kemajuan. Ini soal orang-orang dan chemistry,” tegas Villeneuve.
Implikasi bagi Ferrari
Kurangnya chemistry yang disoroti Villeneuve menjadi tantangan besar bagi Ferrari, yang dipimpin oleh Fred Vasseur. Meski memiliki dua pembalap papan atas, Hamilton dan Leclerc, tim ini kesulitan bersaing dengan McLaren dan Red Bull. Villeneuve mempertanyakan mengapa tim sebesar Ferrari tidak membuat kemajuan, menunjukkan bahwa masalah internal, seperti komunikasi dan kolaborasi, menjadi penghambat.
Hamilton, dengan tujuh gelar dunia, diharapkan membawa pengalaman dan keunggulan kompetitif ke Ferrari. Namun, tanpa podium di musim ini dan performa buruk di Zandvoort, tekanan semakin meningkat. Villeneuve menyarankan agar Hamilton dan tim mulai membangun chemistry sekarang untuk mempersiapkan musim 2026, ketika perubahan regulasi dapat mengubah dinamika persaingan.
Ferrari perlu segera mengatasi masalah internal untuk memaksimalkan potensi Hamilton dan Leclerc. Dengan McLaren yang dipimpin Zak Brown menunjukkan dominasi di Zandvoort dan Red Bull yang didukung Christian Horner dan Adrian Newey tetap kompetitif, Ferrari harus meningkatkan koordinasi tim. Hamilton, yang dikenal karena ketangguhannya, diharapkan dapat menemukan kembali ritme balapnya untuk membantu tim bangkit di sisa musim.
Klasemen Pembalap F1
Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
---|---|---|---|
1 | Oscar Piastri | McLaren | 284 |
2 | Lando Norris | McLaren | 275 |
3 | Max Verstappen | Red Bull Racing Honda RBPT | 187 |
4 | George Russell | Mercedes-Benz | 172 |
5 | Charles Leclerc | Ferrari | 151 |
Komentar
Silakan login atau daftar untuk menambahkan atau menyukai komentar.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.