Formula 1, Sportrik Media - Pembalap rookie Racing Bulls, Isack Hadjar, menciptakan kejutan besar dengan meraih posisi keempat di kualifikasi Dutch Grand Prix 2025 di Zandvoort. Ia menggambarkan putarannya sebagai "putaran terbaik tahun ini" dalam mobil Formula 1. Hadjar berhasil mengalahkan pembalap Mercedes George Russell serta duo Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. Analisis mendalam dari Sportrik Media berikut ini menguraikan prestasi impresif ini.
Putaran Luar Biasa Hadjar di Zandvoort
Dengan waktu 1 menit 09,208 detik, Hadjar memastikan tempat di baris kedua grid start, di samping juara dunia empat kali Max Verstappen dari Red Bull. Ini merupakan hasil kualifikasi terbaiknya di Formula 1, melampaui posisi kelima yang diraihnya di Monaco Grand Prix pada Mei lalu. "Sangat senang. Akhirnya, saya cukup puas dengan apa yang saya lakukan," ujar Hadjar kepada media, termasuk Crash.net. Ia menambahkan bahwa mobilnya merespons dengan sangat baik, terutama pada putaran terakhir. "Mungkin kami sedikit beruntung dengan hembusan angin. Tapi ya, saya berhasil mencetak putaran yang luar biasa dan itu berhasil karena mobilnya hebat."
Hadjar menekankan kesulitan sirkuit Zandvoort yang menuntut, di mana ia mempertaruhkan segalanya, khususnya di tikungan terakhir untuk meraih satu sepersepuluh detik tambahan. "Ini pasti putaran terbaik yang saya miliki tahun ini karena trek ini sangat sulit dan menuntut. Dan saya mempertaruhkan semuanya, terutama di tikungan akhir. Saya pikir saya melakukannya dengan baik di sana untuk mendapatkan satu sepersepuluh lagi. Itu spesial," jelasnya. Prestasi ini menunjukkan kemampuan Hadjar dalam memaksimalkan potensi satu putaran, yang telah ia tunjukkan sepanjang musim.
Kepercayaan Diri Meski Terbatas Waktu Latihan
Hadjar kehilangan waktu berharga di latihan bebas kedua (FP2) karena masalah mekanis setelah hanya satu putaran. Tim biasanya menggunakan sesi ini untuk simulasi balapan, namun Hadjar tetap optimis mengenai kecepatan mobil VCARB 02 pada jarak panjang. "Saya belum merasakannya [kecepatan jarak panjang], tentu saja. Kami membatasi jarak tempuh kemarin, tapi melihat dari Liam Lawson, dia cukup cepat kemarin. Mobilnya sehat. Cepat di satu putaran, jadi pasti cepat di banyak putaran lagi," katanya. Rekan setimnya, Lawson, juga lolos ke Q3, menandakan performa solid tim Racing Bulls secara keseluruhan.
Selain itu, Hadjar menyadari tantangan di balapan Minggu, di mana ia mungkin kesulitan mempertahankan posisi keempat dengan mobil-mobil cepat di belakangnya. "Saya tidak berpikir sulit untuk menyalip di sini. Melihat seberapa panjang straight-nya dan zona DRS dimulai sangat awal. Jadi jika mereka punya kecepatan lebih, mereka akan menyalip. Dan itu saja. Kami perlu menerimanya dan menjadi pintar," ungkapnya. Ia juga menyebut start Verstappen yang kuat, yang mungkin memungkinkan pembalap Belanda itu menyalip mobil di depan.
Prospek Balapan dan Dampak Jangka Panjang
Prestasi Hadjar di kualifikasi ini tidak hanya mengejutkan para pesaing, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai rookie berbakat di Formula 1. Dengan prinsipal tim seperti Christian Horner di Red Bull yang mengawasi, Racing Bulls diharapkan terus berkembang. Untuk balapan, Hadjar akan fokus pada strategi cerdas untuk memaksimalkan poin, mengingat sifat sirkuit Zandvoort yang sulit untuk menyalip. Ke depan, analisis data dari akhir pekan ini dapat membantu tim memperbaiki kelemahan, terutama dalam simulasi balapan jarak panjang. Dengan pengalaman seperti ini, Hadjar berpotensi menjadi aset utama bagi timnya di sisa musim 2025.
Klasemen Pembalap F1
Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
---|---|---|---|
1 | Oscar Piastri | McLaren | 284 |
2 | Lando Norris | McLaren | 275 |
3 | Max Verstappen | Red Bull Racing Honda RBPT | 187 |
4 | George Russell | Mercedes-Benz | 172 |
5 | Charles Leclerc | Ferrari | 151 |
Komentar
Silakan login atau daftar untuk menambahkan atau menyukai komentar.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.