WRC, Sportrik Media - Sami Pajari mengalami kekecewaan besar di Rally del Paraguay 2025 setelah ban kempes di tahapan khusus terpanjang pada Jumat sore. Pembalap Finlandia ini, yang sempat finis ketiga setelah sesi pagi dan berebut posisi podium, kini terpuruk di posisi kedelapan dengan defisit waktu dua setengah menit dari pemimpin Kalle Rovanpera. Meski kecepatannya impresif, Pajari merasa frustrasi karena masalah tak terduga ini.
Awal Cerah Berubah Gelap
Pajari, bersama co-driver Marko Salminen, memulai Rally del Paraguay dengan performa cemerlang. Ia berada di posisi ketiga setelah tahapan Jumat pagi, menunjukkan potensi kuat untuk podium di kejuaraan reli perdana ini. Namun, Yerbatera, tahapan sepanjang 30 kilometer yang menjadi yang terpanjang hari Jumat, menjadi mimpi buruk. Ban kempes memaksa mereka berhenti untuk mengganti ban di tengah lintasan, membuang banyak waktu berharga.
Akibatnya, Pajari tergelincir ke posisi kedelapan secara keseluruhan setelah hari Jumat, tertinggal 2,5 menit dari Rovanpera yang memimpin. “Kami sangat bersemangat sebelum ban kempes di lintasan panjang terakhir. Pagi itu rasanya seperti tertabrak, tapi tidak ada yang rusak. Sekarang saya bahkan tidak menabrak apa pun,” ujar Pajari dengan nada kecewa. Ia menambahkan, “Perasaan ini sangat mengecewakan. Sampai saat itu, semuanya berjalan sangat baik dan kami masih berjuang. Sayang sekali.”
Frustrasi Meski Momentum Positif
Meski menghadapi kekecewaan, Pajari mengakui bahwa momentum keseluruhan tetap positif berkat kecepatan kompetitifnya. Namun, ia menekankan bahwa hasil akhir lebih penting daripada performa semata. “Momentumnya selalu positif, tapi saya juga ingin finis di posisi bagus. Itu akan sangat bagus. Begitulah adanya sekarang,” keluhnya. Masalah ban ini menambah daftar insiden di reli Paraguay, di mana banyak pembalap lain juga mengalami kebocoran ban dan kesalahan navigasi.
Analisis Sportrik menunjukkan bahwa lintasan gravel Paraguay yang abrasif dan panjang menjadi faktor utama penyebab masalah seperti ini. Pajari, yang mengendarai mobil Toyota, harus bangkit di hari Sabtu dengan tujuh tahapan khusus untuk meminimalkan kerugian. Sementara itu, persaingan di depan tetap ketat, dengan Rovanpera memimpin atas Adrien Fourmaux dari Hyundai dan Sebastien Ogier.
Dengan reli berlanjut pada Sabtu, Pajari memiliki kesempatan untuk pulih dan naik peringkat jika mampu menghindari masalah lebih lanjut. Strategi manajemen ban akan krusial di tahapan yang lebih panjang, mengingat pengalaman Jumat. Sportrik memprediksi bahwa insiden seperti ini bisa menjadi titik balik bagi pembalap muda seperti Pajari, yang sedang membangun karier di WRC. Meski kecewa, semangatnya tetap tinggi untuk menyelesaikan balapan dengan hasil memuaskan.
Klasemen WRC
Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
---|---|---|---|
1 | Elfyn Evans | Toyota | 176 |
2 | Kalle Rovanperä | Toyota | 173 |
3 | Sébastien Ogier | Toyota | 163 |
4 | Ott Tänak | Hyundai | 163 |
5 | Thierry Neuville | Hyundai | 125 |
Komentar
Silakan login atau daftar untuk menambahkan atau menyukai komentar.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.