Formula 1, Sportrik Media - McLaren menerima denda sebesar €5,000 dari FIA setelah insiden pit lane yang tidak biasa antara Oscar Piastri dan George Russell selama sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Belanda 2025 di Zandvoort. Insiden ini terjadi setelah bendera merah akibat kecelakaan Alex Albon, dan steward memutuskan bahwa McLaren melanggar peraturan. Artikel ini merangkum detail insiden, keputusan steward, dan implikasinya, berdasarkan laporan resmi dari RacingNews365.
Kronologi Insiden
Insiden terjadi saat para pembalap kembali ke pit lane setelah bendera merah dipicu oleh Alex Albon yang terjebak di kerikil Turn 1. Oscar Piastri, yang berada di depan George Russell, mencoba masuk ke pit box McLaren. Namun, seorang mekanik McLaren yang mendorong jack menghalangi jalur, dan Piastri menerima sinyal untuk melanjutkan ke garasi yang benar, karena Lando Norris belum kembali.
Saat Piastri kembali ke jalur cepat pit lane, ia tidak menyadari keberadaan Russell di belakangnya. Akibatnya, terjadi kontak ringan antara mobil McLaren dan Mercedes. Meskipun kedua pembalap dapat melanjutkan tanpa kerusakan signifikan, insiden ini segera dicatat oleh race control dan diselidiki oleh steward.
Keputusan Steward
Setelah investigasi, steward memutuskan bahwa McLaren melanggar Artikel 12.2.1.h dari International Sporting Code, yang berkaitan dengan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan. Awalnya, Piastri dipanggil terkait dugaan pelanggaran Artikel 55.5 dari peraturan olahraga, tetapi fokus beralih ke tanggung jawab tim. Steward menemukan bahwa McLaren gagal memperingatkan Piastri tentang keberadaan Russell, yang memaksa pembalap Mercedes mengambil tindakan menghindar.
McLaren mengakui kesalahan dalam penanganan situasi tersebut dan menyatakan bahwa mereka bisa menanganinya dengan lebih baik. Steward setuju dengan penilaian ini dan memberlakukan denda €5,000 kepada tim, tanpa penalti olahraga untuk Piastri. Keputusan ini memastikan bahwa posisi start Piastri untuk kualifikasi dan balapan tidak terpengaruh.
Implikasi untuk McLaren
Denda €5,000 adalah jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan anggaran tim F1, tetapi insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara pembalap dan kru pit. McLaren, yang sedang memimpin klasemen konstruktor dengan 559 poin, ingin menghindari kesalahan serupa di masa depan, terutama di tengah persaingan ketat dengan Ferrari dan Mercedes. Di sisi pembalap, Piastri tetap berada di puncak klasemen dengan 284 poin, diikuti oleh Lando Norris dengan 275 poin, menjadikan GP Belanda sebagai balapan kunci dalam perburuan gelar.
Performa McLaren di Zandvoort sangat kuat, dengan Norris dan Piastri masing-masing menempati posisi pertama dan ketiga di FP2. Insiden ini tidak mengurangi momentum tim, tetapi menjadi pengingat untuk meningkatkan koordinasi di pit lane. Di bawah kepemimpinan Zak Brown dan Andrea Stella, McLaren akan berfokus untuk mempertahankan dominasi mereka di kualifikasi dan balapan.
Max Verstappen dari Red Bull finis kelima, tertinggal 0,588 detik dari Norris, sementara Lewis Hamilton dari Ferrari berada di posisi keenam setelah kesulitan dengan spin. Aston Martin menunjukkan performa kompetitif dengan Alonso di posisi kedua, tetapi Lance Stroll mengalami kecelakaan besar di tikungan banked.
Dengan McLaren menunjukkan kecepatan dominan di FP2, Norris dan Piastri adalah favorit untuk pole position. Insiden pit lane ini tidak mengganggu persiapan tim, tetapi McLaren akan berhati-hati untuk menghindari kesalahan serupa di sesi kritis. Sementara itu, Mercedes dan Red Bull akan berusaha mengejar ketertinggalan, terutama Verstappen yang balapan di kandang sendiri.
Klasemen Pembalap F1
Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
---|---|---|---|
1 | Oscar Piastri | McLaren | 284 |
2 | Lando Norris | McLaren | 275 |
3 | Max Verstappen | Red Bull Racing Honda RBPT | 187 |
4 | George Russell | Mercedes-Benz | 172 |
5 | Charles Leclerc | Ferrari | 151 |
Komentar
Silakan login atau daftar untuk menambahkan atau menyukai komentar.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.