Formula 1, Sportrik Media - Charles Leclerc menyebut performa Ferrari pada sesi latihan bebas Grand Prix Belanda 2025 di Zandvoort sebagai “panggilan bangun”. Leclerc hanya finis ke-14 di FP1 dan ke-8 di FP2, tertinggal hampir satu detik dari Lando Norris yang memimpin. Artikel ini merangkum perjuangan Ferrari, masalah teknis yang diidentifikasi Leclerc, dan prospek tim, berdasarkan laporan resmi dari RacingNews365.
Performa Ferrari yang Mengecewakan
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Leclerc dan rekan setimnya, Lewis Hamilton, finis di posisi ke-14 dan ke-15, tertinggal 1,6 detik dari Norris (McLaren). Di FP2, Hamilton naik ke posisi keenam, sementara Leclerc di urutan kedelapan, 0,096 detik lebih lambat dari Hamilton dan 0,944 detik di belakang Norris. “Ini adalah Jumat yang sangat, sangat sulit, mungkin yang terburuk musim ini,” ujar Leclerc. Ia menyebut hasil ini sebagai “panggilan bangun” setelah jeda musim panas.
Kecepatan Fernando Alonso dari Aston Martin, yang finis kedua di FP2 dengan selisih 0,087 detik dari Norris, menambah tekanan pada Ferrari. Leclerc mengakui dominasi McLaren dan kejutan dari Aston Martin, menegaskan bahwa Ferrari perlu kerja keras untuk membalikkan situasi.
Masalah Teknis pada SF-25
Leclerc mengidentifikasi dua tikungan di sirkuit Zandvoort sebagai penyebab utama kehilangan waktu Ferrari. “Kami kehilangan 90% waktu di dua tikungan, dan ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan mobil kami saat ini,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa kelemahan ini tidak biasa, karena kehilangan waktu biasanya tersebar di seluruh lintasan, bukan terpusat pada dua tikungan. “Kami sedang mencoba mencari tahu mengapa ini terjadi dan menemukan solusi,” tambah Leclerc.
Tim Ferrari, yang dipimpin oleh Fred Vasseur, kini menghadapi tantangan untuk mengatasi kelemahan teknis ini sebelum kualifikasi. Leclerc tetap optimistis, meski realistis, tentang peluang tim. “Saya berharap bisa membalikkan keadaan dan menciptakan keajaiban di kualifikasi, tapi ini tidak akan mudah,” katanya.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Selain dominasi McLaren dengan Norris dan Oscar Piastri, performa Aston Martin menambah tekanan pada Ferrari. Max Verstappen dari Red Bull juga menghadapi kesulitan, finis kelima di FP2, sementara George Russell dari Mercedes menunjukkan potensi di posisi keempat. Leclerc menyadari bahwa Ferrari harus segera menemukan solusi untuk bersaing dengan tim-tim ini.
Di bawah arahan Fred Vasseur, Ferrari perlu meningkatkan koordinasi dengan insinyur seperti Adrian Newey untuk mengoptimalkan mobil SF-25. Sementara itu, McLaren di bawah Zak Brown dan Red Bull dengan Christian Horner tetap menjadi ancaman utama.
Prospek Menuju Kualifikasi
Leclerc dan Ferrari menghadapi akhir pekan yang menantang di Zandvoort, tetapi tim bertekad untuk memperbaiki performa sebelum kualifikasi. Dengan kelemahan yang teridentifikasi di dua tikungan, fokus tim adalah menemukan solusi teknis untuk meningkatkan kecepatan. Meskipun Leclerc pesimistis tentang peluang “keajaiban”, pengalaman dan keahliannya bersama Hamilton dapat membantu Ferrari bangkit. Penggemar menantikan apakah tim dapat mengatasi krisis ini di sisa akhir pekan.
Klasemen Pembalap F1
Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
---|---|---|---|
1 | Oscar Piastri | McLaren | 284 |
2 | Lando Norris | McLaren | 275 |
3 | Max Verstappen | Red Bull Racing Honda RBPT | 187 |
4 | George Russell | Mercedes-Benz | 172 |
5 | Charles Leclerc | Ferrari | 151 |
Komentar
Silakan login atau daftar untuk menambahkan atau menyukai komentar.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.